Sunday, August 16, 2009

Aku bukan karbon
yang bisa mengikat empat unsur
Aku juga bukan alkana, alkena, atau alkuna
yang bisa merangkap pasangannya

Aku hanyalah elektron
yang bebas dan terus berputar
dari pagi hingga malam
meskipun kau tak dapat melihatnya

Aku hanya butuh unsur tulus dan kasih sayang
yang bereaksi dalam gelas dan tabung jiwaku
membentuk senyawa cinta dan rindu...

Semakin lama...
Senyawa itu semakin mengendap dan mengerak di hatiku
tak bisa diurai meski dengan hirolisis

Perasaanku telah sadah olehmu
hingga tak mampu bereaksi dengan sabun manapun
Pemanasan, penukar resin, natrium karbonat
semua telah ku coba tapi tetap tak bisa

Mungkin senyawa itu berikatan tetrahedral
bukan pentahedral apalagi vanderwalls

Aku ingin engkau menjadi sebuah oksidator yang kuat
mengikis habis bilangan oksidasi dalam kesombonganmu yang dahsyat
Andaikan kamu bisa melihat lebih dalam sebuah siklus katalitik yang terjadi dalam hati
Maka kau akan mengerti bahwa energi untuk menguraikan dinginnya hatimu sangatlah tinggi

Biar katalis dari logam transisi sekuat apapun yang coba ku pakai
kau tetap tak terurai...


(from many sources)

4 Comments:

  1. toto chan said...
    merasa menyindir seseorang gag sol?????????????????????
    biar kuberitahu.....akulah orangnya.....

    nyodokk di hati....
    aaslamdunk said...
    wah lagi polling in lop nih orang!!!!!
    tumben nih.... racuuunnn racuuunnnn
    dian said...
    whuaaa... benci kimia...
    tapi kalo dijadikan puisi begini, jadi agak mudah terpahami, eh, dimengerti maksudnya.
    salam
    teavatar said...
    @toto : terasa disindirkah? ya mangabh =))

    @slam : racun juga bahan kimia ta? hihihi

    @dian : eh percaya gag, aq jg benci kimia lho! salam balik

Post a Comment